Sabtu, 21 September 2013

Tafsir Surat An-nahl Ayat 78



A.    Teks Ayat

·         Surat An-nahl ayat 78


 B.Terjemah
·         Surat An-nahl

 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran dan penglihatan dan hat, agar kamu bersyukur”
Tafsir Ayat             
·         Surat An-nahl

Maksud ayat ini adalah Allah mengajari kalian apa yang sebelumnya tidak kalian ketahui, yaitu sesudah Allah mengeluarkan dari perut ibu kalian tanpa memahami dan mengetahui apa pun. Allah mengaruniakan kepada kalian akal untuk memahami dan membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Allah membuka mata kalian untuk melihat apa yang tidak kalian lihat sebelumnya, dan memberi kalian telinga untuk mendengar suara-suara sehingga sebagian dari kalian memahami perbincangan kalian, serta memberi kalian mata untuk melihat berbagai sosok sehingga kalian dapat saling mengenal dan membedakan. والأفئدة maksudnya adalah hati yang kalian gunakan untuk mengenal segala sesuatu, merekamnya, dan memikirkannya, sehingga kalian memahaminya.1
Lafazh  لعلكم تشكرون”agar kamu bersyukur”, maksudnya adalah, Kami berbuat demikian pada kalian, maka bersyukurlah kalian kepada Allah atas hal-hal yang dikaruniakan-Nya kepada kalian, bukan bersyukur pada tuhan-tuhan dan tandingan- tandingan itu. Jangan kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dalam bersyukur, karena Allah tidak memiliki sekutu dalam melimpahkan nikmat-nikmat-Nya kepada kalian.2

 Sebagaimana yang dijelaskan pula dalam Tafsir Al Maraghi yang mengandung penjelasan bahwa setelah Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, maka Dia menjadikan kamu dapat mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak kamu ketahui. Dia telah memberikan kepadamu beberapa macam anugerah berupa akal sebagai alat untuk memahami sesuatu, terutama dengan akal itu kamu dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang lurus dan yang sesat, antara yang benar dan yang salah. Pendengaran sebagai alat untuk mendengarkan suara, terutama dengan pendengaran itu kamu dapat memahami percakapan diantara kamu. Penglihatan sebagai alat untuk melihat segala sesuatu, terutama dengan penglihatan itu kamu dapat saling mengenal diantara kamu. Perangkat hidup yang lain sehingga kamu dapat mengetahui jalan untuk mencari rizki dan materi lainnya yang kamu butuhkan, bahkan kamu dapat pula memilih mana yang terbaik bagi kamu dan meninggalkan mana yang buruk.3
Semua yang dianugerahkan oleh Allah kepadamu tiada maksud lain kecuali supaya kamu bersyukur, artinya kamu gunakan semua anugerah Allah tersebut diatas semata-mata untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya yaitu :  يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ mengekploitasi sebanyak-banyaknya karunia Allah yang tersebar di seluruh belahan bumi-Nya demi kemaslaahatan hidup umat manusia. وَرِضْوَانًا dan meraih keridhaan-Nya, karena dengan keridhaan-Nya hidup kita menjadi semakin bermartabat.
Begitulah selayaknya yang harus dilakukan oleh setiap manusia sesuai tugas hidupnya sebagai hamba Allah dan khalifahnya di muka bumi      
Dengan demikian, surat An-nahl ayat 78 ini menyerukan bahwa Allah swt. telah memberikan karunia sejak manusia dilahirkan dari perut ibunya, berupa pendengaran, penglihatan, akal, dan kalbu. Maka manusia harus bersyukur kepada Allah swt. atas segala karunia yang telah diberikan kepada manusia. Manusia dilarang bersikap sombong karena ilmunya. Sebab, pada waktu dilahirkan manusia tidak mempunyai ilmu sedikitpun, dan ilmu yang dimiliki sekarang tidak seberapa jika dibandingkan ilmu yang dimiliki Allah swt.   
 


Kesimpulan
·         Surat An-nahl
Berdasarkan hasil penjelasan mengenai surat An-nahl, dapat diketahui bahwa dalam surat An-nahl menyerukan kepada manusia untuk senantiasa bersyukur atas segala anugerah dan karunia-Nya yang telah Allah swt. berikan kepada kita mulai dari dalam perut ibu kita. Dari awal kita yang tidak mengetahui sesuatu apapun dan dengan akal, penglihatan, pendengaran dan hati yang Allah swt. karunikan itu kita bisa mengetahui dan memahami banyak hal. Semata-mata agar kita bisa mensyukuri segala ciptaan-Nya. Sehingga kita dapat mencapai tujuan hidup yang sebaik-baiknya dengan meraih keridhaan-Nya.




1 Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, Tafsir Ath-Thabari (Jakarta: Pustaka Azzam), hml. 248.
2 Ibid
3 Ahmad Mustafa Al Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, hlm. 118, jilid 5


Tidak ada komentar:

Posting Komentar